Ini bukan sekadar simbol. Ini adalah sinyal bahwa Indonesia adalah bagian dari solusi, bukan penonton yang takut berbuat salah.
*Penutup*
Tidak ada yang abadi di dunia ini. Hegemoni AS di Timur Tengah yang dibangun sejak Perang Dunia II, diperkuat dengan pangkalan di Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab, kini mulai runtuh. Bukan oleh rudal Iran atau siber Rusia, tetapi oleh kebodohan kebijakannya sendiri dan standar ganda yang terlalu telanjang.
Dunia tidak lagi mengenal “kubu netral yang pasif”. Saat ini, negara yang tidak mengambil sikap akan diabaikan. Negara yang hanya “menonton dari pinggir lapangan” akan kehilangan pengaruh.
Saatnya Indonesia menunjukkan bahwa kita bukan sekadar korban sejarah, tetapi pembuat sejarah di kawasan Indo-Pasifik yang juga sedang bergolak. ***













