Seperti diungkapkan mantan Kepala Staf NATO, Jenderal (Purn) Petr Pavel, dalam pidatonya di Munich Security Conference (Februari 2026): “Kita tidak bisa mempertahankan sistem di mana satu negara sekutu memiliki ratusan hulu ledak tanpa pengawasan, sementara negara lain yang justru tunduk pada semua aturan internasional dihancurkan. Ini bukan non-proliferasi. Ini adalah seleksi alam versi politik.”
Ironi ini semakin tragis jika kita melihat datanya: Israel adalah satu-satunya negara di Timur Tengah yang tidak menandatangani NPT, sementara Iran justru menjalani pengawasan paling ketat dalam sejarah IAEA. Namun yang dibom adalah Iran. Israel tidak pernah dijatuhi satu pun sanksi berarti.
Jika aturan internasional hanya berlaku bagi negara lemah dan tidak berlaku bagi negara kuat atau sekutu AS, maka tatanan dunia ini sudah mati. Dan kita semua sedang menyaksikan mayatnya berjalan.













