*Dampak Ekonomi: Rakyat Kecil yang Membayar*
Standar ganda dan perang ini tidak hanya merusak tatanan politik, tetapi juga menghantam langsung ekonomi rakyat kecil, termasuk di Indonesia.
Berdasarkan data International Energy Agency (IEA) per 28 April 2026: Pertama. Lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz turun 95,3 persen dibandingkan periode sebelum perang. Kedua. Harga minyak mentah Brent melonjak 53 persen dalam tiga bulan terakhir, dari US74 perbarel menjadiUS 113 per barel. Ketiga. Di dalam negeri, inflasi Indonesia diproyeksikan naik 1,2 hingga 1,8 persen pada kuartal III 2026 akibat kenaikan harga energi dan barang impor.
Menteri Keuangan mengakui bahwa subsidi energi terpaksa ditambah Rp 24 triliun di luar APBN. Itu artinya: uang yang seharusnya untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, terpaksa digelontorkan untuk menstabilkan harga BBM dan listrik.













