Sebagai mantan Penasehat Militer Indonesia untuk PBB, saya menyaksikan langsung bagaimana Dewan Keamanan kerap lumpuh oleh hak veto. Namun situasi saat ini berbeda. Kelumpuhan itu kini merembet ke lapangan bukan hanya di New York, tetapi juga di daratan Eropa, gurun pasir Timur Tengah, dan jalur perdagangan minyak dunia.
Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, dalam wawancara dengan Financial Times (15 April 2026) menyatakan dengan diplomatis namun tegas: “Kami melihat adanya ketidakseimbangan struktural dalam penerapan rezim non-proliferasi. Ini tidak sehat untuk kredibilitas sistem secara keseluruhan.” Artinya standar ganda sudah tidak bisa disembunyikan lagi.
*Standar Ganda Nuklir: Kebohongan Paling Terang-terangan*
Mari kita sebut apa adanya. Perang AS-Israel terhadap Iran tidak pernah tentang perdamaian dunia atau non-proliferasi nuklir. Ini adalah perang tentang siapa yang boleh memiliki senjata pemusnah massal dan siapa yang tidak.













