Brigjen TNI Dr. Sunoto, mendukung adanya UU Keamanan Nasional dengan membentuk Dewan Keamanan Nasional (National Security Council), selain itu juga sangat penting Diplomatic Resilience, Kemandirian Bangsa melalui swasembada pangan dan energi, modifikasi dan pembaharuan doktrin dan strategi perang dalam menghadapi ketidakpastian global.
“Perang modern itu cukup dengan satu tombol,” ujar Dr. Sunoto melalui pesan whatshap, Jum’at (4/7).
Dr. Drajad Wibowo menyoroti kesiapan fiskal Indonesia yang jauh dari cukup.
“Kinerja penerimaan negara semester pertama 2025 justru turun dari Rp1.458 triliun ke Rp1.451 triliun. Kalau penerimaan tidak cukup, bagaimana bisa kita beli alutsista, apalagi memperkuat pertahanan?,” katanya.
Drajad juga menilai, Presiden Prabowo visioner, tetapi visi itu butuh detail. Dan detail itu yang harus dibantu susun bersama.













