Ia juga menekankan pentingnya penguatan ekosistem rantai pasok dalam pelaksanaan program ke depan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
“Saya berharap pada tahun kedua pelaksanaan program ini kita tidak lagi terlalu banyak memperdebatkan mengenai standar menu, melainkan mulai berfokus pada penguatan ekosistem rantai pasok,” tambahnya.
Lebih lanjut, Zainul mengajak masyarakat untuk aktif mengawal dan memberikan masukan terhadap program MBG secara objektif dan konstruktif.
“Masyarakat memiliki hak untuk melakukan pengawasan dan menyampaikan kritik. Namun saya berharap kritik tersebut disampaikan secara jelas, objektif, dan disertai informasi yang lengkap agar dapat ditindaklanjuti dengan baik,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa program MBG memiliki standar anggaran yang telah ditetapkan, serta melibatkan puluhan tenaga kerja di setiap dapur layanan, yang sebagian besar berasal dari masyarakat sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi, tetapi juga membuka lapangan kerja.













