• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Senin, September 21, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Mudik: Membangun Peradaban dari Kampung Halaman

Mudik: Membangun Peradaban dari Kampung Halaman

Hargib by Hargib
20 Maret 2026
in Headline, News, Profil
0
Prof.Dr.Hj.Lilis Sulastri.,S.Ag.,MM.,CPHRM.,CHRA.

Prof.Dr.Hj.Lilis Sulastri.,S.Ag.,MM.,CPHRM.,CHRA.

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Lilis Sulastri

Setiap tahun, menjelang Hari Raya Idul Fitri, Indonesia seperti mengalami kontraksi spasial yang unik. Puluhan juta manusia bergerak serentak dari kota-kota besar menuju kampung halaman. Stasiun, bandara, dan jalan tol berubah menjadi lautan manusia dengan satu tujuan yaitu mudik. Fenomena tahunan yang sudah berlangsung puluhan tahun, namun di era digital hari ini, mudik mengalami pergeseran makna yang tak bisa diabaikan. Pertanyaannya, di tengah hiruk-pikuk perjalanan pulang kampung, apakah sakralitas nilai kehidupan masih terjaga, atau malah tergerus oleh arus modernitas?

Mudik sebagai Ritual Penemuan Jati Diri

Bagi Generasi Z yang lahir dan besar di kota-kota besar, kampung halaman sering hanya menjadi cerita orang tua. Mereka mungkin tak fasih berbahasa daerah, tak hafal silsilah keluarga, dan tak mengenali wajah sepupu-sepupu jauh. Kampung adalah entitas abstrak yang dikunjungi setahun sekali, seperti museum yang hanya dibuka saat Lebaran. Namun, mudik sejatinya adalah napak tilas identitas. Di tengah krisis identitas yang melanda generasi urban yang merasa bukan siapa siapa di kota tempat mereka tinggal, maka mudik menawarkan jawaban. Saat tiba di kampung, mereka bukan lagi anak rantau atau pendatang. Mereka adalah putra daerah, cucu Mbah Karto, atau keponakan Pak Lurah. Ada pengakuan sosial yang tak pernah mereka dapatkan di kota. Filsuf eksistensialis Martin Heidegger dalam karyanya Being and Time mengenalkan konsep thrownness (keterlemparan). Manusia, menurut Heidegger, terlempar ke dunia tanpa memilih. ‘Kita tidak memilih di mana lahir, dari keluarga siapa, atau budaya apa yang mewarisi kita’. Sebaliknya ‘keterlemparan’ yang membangun keaslian diri (authenticity). Mudik, dalam kerangka Heideggerian, adalah upaya sadar untuk kembali ke titik awal atas keterlemparan , untuk memahami ulang siapa kita sebenarnya. Namun, Heidegger juga mengingatkan bahaya das Man, yakni kondisi di mana manusia hidup tidak autentik karena sekadar mengikuti apa kata orang. Ketika mudik direduksi menjadi ajang pamer mobil baru atau baju Lebaran bermerek, kita sedang jatuh dalam perangkap das Man. Kita mudik bukan karena panggilan jiwa, tetapi karena tuntutan sosial.

BeritaTerkait

Wadah Karakter Positif Remaja, Pemkot Tasikmalaya Apresiasi Pelantikan Indoboxing Indonesia

19 September 2026

Bapas Cirebon Gelar Sholat Istisqa dan Doa Bersama, Perkuat Nilai Spiritual Pegawai dan Klien

18 September 2026
Page 1 of 8
12...8Next
Tags: Kampung HalamanLebaranMembangun PeradabanMudikramadan
Previous Post

Ketua DPRD Kab. Bandung Hj. Renie Rahayu Fauzi: Kita Sambut Idul Fitri dengan Penuh Kebahagiaan

Next Post

Sosialisasi Program MBG, Zainul Tekankan Penguatan Ekosistem dan Peran Masyarakat

Related Posts

News

Wadah Karakter Positif Remaja, Pemkot Tasikmalaya Apresiasi Pelantikan Indoboxing Indonesia

19 September 2026
News

Bapas Cirebon Gelar Sholat Istisqa dan Doa Bersama, Perkuat Nilai Spiritual Pegawai dan Klien

18 September 2026
Headline

Cegah Stunting dari Rumah, BRI Peduli Renovasi Hunian Tiga Keluarga di Indramayu

18 September 2026
New Post

Jaga Air, Jaga Produksi: Solusi Bangun Indonesia Tekan Penggunaan Air Baku

18 September 2026
Edukasi

KPID Jabar Diminta Tingkatkan Program Literasi Media Hingga Kabupaten dan Kota Serta Sekolah

18 September 2026
Headline

Satpol PP Demak Bongkar Lebih dari 200 Bangunan di Sempadan Sungai Tuntang Lama

18 September 2026
Next Post
Sosialisasi program makan bergizi gratis di Sukabumi

Sosialisasi Program MBG, Zainul Tekankan Penguatan Ekosistem dan Peran Masyarakat

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021