• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, Mei 9, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Sonia Sugian, Prihatin Atas Aksi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Dan Anak

Sonia Sugian, Prihatin Atas Aksi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Dan Anak

Asep Budi by Asep Budi
27 Maret 2017
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SUMEDANG, BEDAnews – Ketua DPC Perhimpunan Advocat Indonesia (Peradin) Kab. Sumedang, Sonia Sugian, SH tunjukan keprihatinannya terhadap Aksi kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, dinilainya seolah tidak ada habis-habisnya serta kerap terjadi di setiap saat, seiring dengan majunya peradaban teknologi yang begitu mudahnya mengakses situs-situs porno baik berupa foto, cerita sex dan film adalah salah satu faktor penyebab kekerasan seksual bahkan masih menjadi musuh bersama dan menjadi kejahatan manusia terhadap Hak Asasi Manusia.

“Pihaknya prihatin dengan maraknya kekerasan fisik maupun seksual terhadap perempuan dan anak akhir-akhir ini di Indonesia khususnya di kabupaten Sumedang, kondisi saat ini memang mengkhawatirkan dan pihaknya prihatin dengan kondisi tersebut, masih segar diingatan kita nasib teragis sejumlah murid sekolah dasar menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh gurunya sendiri,” jelas Sonia yang juga politisi Partai Demokrat yang digadang-gadang akan maju menjadi petarung dalam pertarungan Pilkada Kab. Sumedang 2018, di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Kaitan dengan hal tersebut di atas, Sonia Sugian yang juga seorang wanita pemerhati Anak dan Perempuan, mengecam keras tindakan keji itu. Sonia pun menambahkan untuk sekarang ini Kabupaten Sumedang dinyatakan salah satu daerah darurat kekerasan seksual di Provinsi Jawa Barat dengan berbagai kasus kekerasan seksual lewat pelecehan, pencabulan dan pemerkosaan yang terjadi di Kabupaten Sumedang beberapa akhir ini.

Pihaknya, sambung Sonia, tetap mendukung upaya penegakkan hukum yang dijalankan pihak kepolisian dan sekaligus meminta agar bisa lebih proaktif dalam upaya penanganan persoalan-persoalan kasus kekerasan seksual, agar pihak kepolisian tidak melihat berapa besar kasus siapa pelaku dan siapa korban, karena peristiwa kekerasan seksual itu akan berdampak bagi korban dan perempuan yang lain.

“Kami dari pemerhati anak dan perempuan berharap kasus-kasus ini mendapatkan perhatian khusus dari pihak pemerintah, kepolisian, agar public bisa melihat penegakkan hukum bisa berjalan maksimal, karena kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan mengalami peningkatan beberapa bulan terakhir ini statistiknya cukup signifikan, dan ini sangat mengkhawatirkan, perlu keseriusan dari semua pihak, baik dari Pemerintah, Penegak hukum,orang tua,lingkungan dan semua pihak lainnya, agar kasus kekerasan seksual di negeri ini, khususnya di Kabupaten Sumedang tidak lagi terjadi,“ tandasnya.

Dikatakannya, anak-anak adalah korban yang harus mendapat perhatian dan dukungan dari orang di sekitarnya agar luka fisik serta trauma psikisnya bisa disembuhkan. Segala bentuk kekerasan akan berakibat buruk, baik fisik maupun psikis. Bahkan, jika tidak segera ditangani, perkembangan dan pertumbuhan anak akan terganggu.

Kekerasan seksual yang dialami anak-anak tidak selalu menimbulkan dampak langsung. Hal ini karena pemahaman seorang anak pada peristiwa yang dialaminya berbeda-beda. Pada anak usia remaja, mereka langsung mengerti peristiwa kekerasan seksual akan merusak hidupnya sehingga reaksi mereka akan langsung terlihat.

Menurut pemerhati anak dan perempuan, Sonia Sugian, SH meski tidak langsung terlihat dampaknya, tapi anak membutuhkan pendampingan dan harus terus dipantau kondisinya.

“Pihaknya akan menekan kepada pemerintah Sumedang dan pihak pihak terkait untuk cepat tanggap dalam penanganan kasus kekerasan seksual,khususnya penanganan psikologi korban pelecehan seksual,pencabulan seksual,bahkan pemerkosaan yang akan berdampak trauma psikis,pemerintah sumedang harus memiliki klinik khusus untuk pemulihan stres pasca trauma, poliklinik jiwa anak dan remaja, atau pusat krisis terpadu,“ kata dia.

Terapi untuk anak yang menjadi korban, jelas Soni Sugian, bermacam-macam untuk anak yang masih kecil biasanya dilakukan terapi bermain. Misalnya anak diajak menggambar untuk membantu anak mengekspresikan perasaannya. Selain itu, lanjutnya, bisa juga dilakukan terapi kognitif dan berbagai terapi lain sesuai kondisi anak.

“Tujuan awalnya adalah menjalin emosi dengan anak sehingga anak tetap bisa mengekspresikan perasaannya meski tidak selalu lewat kata-kata untuk memulihkan luka batin anak,“ tandasnya.

Sonia pun menambahkan, hal ini sangat pasti menjadi perhatian saya karena anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang akan menjadi tulang punggung bangsa di masa depan. Sedangkan wanita adalah kaum yang diutamakan oleh agama kita.

“Apabila baik wanita dalam suatu kaum maka akan baiklah kaum itu, sedangkan apabila rusak wanita itu maka rusak pula kaum tersebut. oleh karena itu akhlak dan kehormatan wanita harus benar benar dijaga,“ ujarnya. (Zobb/BD)

 

BeritaTerkait

Pimpin Sertijab Pangkodau I, Pangkoopsudnas: Jaga Marwah TNI AU dalam Mengemban Tugas

9 Mei 2026

Sinergitas TNI-Polri dan Pemda Trenggalek, Kawal Penyaluran BLT Warga Kurang Mampu di Desa Pogalan

9 Mei 2026
Page 1 of 2
12Next
Previous Post

LSM Jaga NKRI Dideklarasikan

Next Post

MOjAIC Deklarasikan Dukung Irwansyah Maju Jadi Sumedang Satu

Related Posts

TNI-POLRI

Pimpin Sertijab Pangkodau I, Pangkoopsudnas: Jaga Marwah TNI AU dalam Mengemban Tugas

9 Mei 2026
TNI-POLRI

Sinergitas TNI-Polri dan Pemda Trenggalek, Kawal Penyaluran BLT Warga Kurang Mampu di Desa Pogalan

9 Mei 2026
TNI-POLRI

Jembatan Perintis Garuda Selesai Dibangun, Warga: Terimakasih Pak Prabowo Subianto 

9 Mei 2026
TNI-POLRI

Tak Sekadar Renovasi, Korem 081/DSJ Bangun Mimpi Anak-Anak Kanzul Huda

9 Mei 2026
TNI-POLRI

Babinsa Sukodono, Dampingi Petani Bajak Lahan Demi Tingkatkan Produktivitas Pertanian

9 Mei 2026
Ragam

DK PBB: Penonton Mewah di Perang Teluk

9 Mei 2026
Next Post

MOjAIC Deklarasikan Dukung Irwansyah Maju Jadi Sumedang Satu

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021