Bandung, BEDAnews
Idul fitri bukanlah akhir dari perjuangan menahan hawa nafsu dan mengendalikan diri, tetapi justru merupakan awal untuk meningkatkan kualitas dan kapabilitas diri sesuai dengan fitrah manusia sebagai makhluk yang selalu berjuang.
Hal tersebut dikemukakan oleh Walikota Bandung Dada Rosada dihadapan para alim ulama dan ketua RT (Rukun Tetangga) dan RW (Rukun Warga), dalam rangka silaturahmi ulama dan umaro menyambut idul fitri 1433 Hijriyah yang dirangkaikan dengan launching dana hibah bagi RT dan RW tahun 2012, di pendopo Jalan Dalem Kaum 56, Selasa sore (14/8).
Pada posisi tersebut menurut walikota, peran ulama dan umaro dinilai sangat penting terutama dalam menanamkan pemahaman bahwa idul fitri merupakan momentum untuk meraih derajat kehidupan yang lebih tinggi, baik dalam sudut pandang manusia maupun menurut penilaian Allah SWT.
“Peran tersebut sejatinya harus menjabarkan empat pesan moral Nabi Muhammad SAW yakni membangun kesantunan dengan selalu mengucap salam, membangun keakraban, membangun kepedulian dan melakukan shalat malam,” ujar Dada Rosada.
Dada juga mengatakan perubahan merupakan kata kunci dari perayaan Idul Fitri, dari yang tadinya lalai menjadi rajin beribahdah, dari yang kurang disiplin menjadi patuh kepada aturan dan dari yang kurang perhatian menjadi peduli kepada lingkungan sosial dan lingkungan alam.
Namun, menurut Dada, harapan tersebut harus disertai upaya-upaya pembinaan secara intensif. Jika ulama berperan sebagai informal leader yang cenderung lebih efektif melakukan pendekatan dengan bahasa, sikap dan perilaku agamis, maka umaro merealisasikan program dan kegiatan yang bersentuhan dengan kebutuhan umat secara formal. (Heru)













