TNI-POLRI

SILATURAHMI DANREM 051/WKT DENGAN TOKOH HTI BEKASI

Jakarta, BEDAnews.com

Komandan Korem 051 /Wkt Kolonel Inf Rudianto menggelar silaturahmi dengan tokoh-tokoh organisasi massa Islam HTI Bekasi bertempat di Makorem 051/Wkt, (6/2/ 2015). Silaturahmi ini digelar dalam rangka menolak paham dan kegiatan pendukung Negara Islam Irak dan Suriah(ISIS).

 

Danrem mengatakan tujuan silaturahmi ini adalah untuk mengambil langkah penyelesaian agar ISIS tidak berkembang di Indonesia dan upaya menekan peredaran paham ISIS di Indonesia. Tokoh HTI bekasi yang hadir adalah Abu Hafiz.

 

Pemerintah melarang paham ISIS berkembang di Indonesia, karena menurut Danrem paham ISIS berpotensi memecah belah persatuan Indonesia. Apalagi paham ISIS bisa berpotensi menjadi gerakan makar.

 

Kegiatan silahturahmi Ini membuktikan bahwa antara TNI dan Umat Islam tidak bisa dipisahkan. Belum lagi terbentuknya BKR, TKR dan akhirnya TNI tidak lepas dari umat Islam. “Oleh karena itu, kami melihat ada upaya dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin membenturkan antara Tentara dengan umat Islam. Mereka tidak ingin negeri muslim terbesar di dunia ini aman dan damai,” jelas tokoh HTI Bekasi.

                                           

Danrem ketika di tanya tentang pandangannya mengenai HTI, menjawab bahwa sejauh yang diketahui dan dipahami tidak ada kekhawatiran soal HTI. Sebab TNI memandang semua organisasi Islam itu mengajarkan "Kebaikan, Kedamaian, Toleransi dan Islam Itu Indah". Orang kadang salah menilai ketika sudut pandangnya berbeda. “Jadi saya tidak pernah menganalisa tentang HTI sebagai organisasi yang berpotensi sebagai ancaman,” tegasnya.

 

Selanjutnya, Abu Hafiz menjelaskan mengenai aktivitas HTI di tengah-tengah umat kepada jajaran Korem 051/Wkt tersebut. Sebab banyak masyarakat yang salah tangkap terhadap HTI. HTI dikenal sebagai organisasi yang radikal dan garis keras hanya gara-gara sering demonstrasi. “Kegiatan itu hanya merupakan sebagian kecil dari aktivitas HTI. Yang justru banyak kami lakukan di tengah-tengah umat adalah melakukan pembinaan, kontak ke tokoh-tokoh, seminar, diskusi bahkan audiensi seperti ini. Ini semua dalam rangka menyebarkan opini Islam sebagai solusi seluas-luasnya, baik kepada para tokoh, sipil maupun militer,” jelasnya. (MR)

Baca Juga  Seskoad Sambut Tim Wasrik Itjenad

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close