• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Kamis, November 5, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Secangkir Kopi Pahit di Lantai Atas: Para Jenderal Berpangkat Terlibat Pusaran Penyadapan Istana

Secangkir Kopi Pahit di Lantai Atas: Para Jenderal Berpangkat Terlibat Pusaran Penyadapan Istana

kris by kris
4 November 2026
in Ragam
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Di warung kopi pinggir jalan, percakapan warga bergeser dari harga cabai ke cerita tentang “alat penyadap seukuran kotak korek api”. Fenomena ini mengingatkan kita pada apa yang pernah diulas oleh sosiolog politik bangsa ini. Dalam kajian monumental tentang relasi kuasa dan institusi penegak hukum, sosiolog Mochtar Pabottinggi dalam karyanya Merawat Republik (Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, 2008, hlm. 142) pernah mengingatkan bahwa ketika batas antara keamanan negara dan ambisi elite mulai kabur, institusi penegak hukum sering kali berubah menjadi arena gladiator terselubung. Siapa mengawasi siapa bukan lagi soal hukum, melainkan soal siapa yang memegang kendali atas informasi.

 

Penyadapan di jantung kekuasaan bukanlah sekadar urusan teknis gelombang elektromagnetik. Ini adalah drama psikologis tingkat tinggi. Dalam literatur sosiologi kekuasaan modern, perilaku elite diuji ketika mereka dihadapkan pada dilema antara loyalitas institusional dan pragmatisme kelompok. Michel Foucault, dalam karyanya Discipline and Punish: The Birth of the Prison (New York: Vintage Books, 1995, hlm. 201), menggarisbawahi bahwa pengawasan (surveillance) adalah instrumen paling efektif untuk melanggengkan dominasi. Siapa yang merekam, dialah yang mengatur alur napas penguasa. Ketika ruang privat seorang pemimpin tertinggi di negeri ini diduga bocor ke telinga yang salah, yang runtuh bukan sekadar kerahasiaan protokol, melainkan pondasi kepercayaan publik terhadap pilar-pilar keamanan negara.

BeritaTerkait

Kemendagri Terima Konsultasi Bapperida Jepara, Perkuat Implementasi e-DALEV SIPD

4 November 2026

Kawal Prabowo, SMSI Siapkan Masukan Kritis

4 November 2026
Page 2 of 4
Prev1234Next
Previous Post

Dugaan Penyadapan Presiden: Bongkar Rantai Perintah, Ungkap Siapa yang Berkepentingan

Next Post

Presiden Saja Diduga Disadap, Bagaimana Nasib Rakyat? Tiga Jenderal Polisi Jadi Tersangka, Diduga Melanggar Hukum Nasional dan Kovenan Internasional

Related Posts

Ragam

Kemendagri Terima Konsultasi Bapperida Jepara, Perkuat Implementasi e-DALEV SIPD

4 November 2026
Ragam

Kawal Prabowo, SMSI Siapkan Masukan Kritis

4 November 2026
Ragam

Menelisik Lima Kemungkinan Makna Penting di Balik Dugaan Penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto oleh Oknum Jenderal Polisi

4 November 2026
Ragam

Apel Siaga Pilkades 2026, Polsek Sukanagara dan TNI Amankan Untuk Desa Ciguha

4 November 2026
Ragam

Kanwil BPN Jabar dan BTN Tanda Tangani MoU, Kantah Kota Bandung Siap Dorong Optimalisasi Pelayanan Pertanahan

4 November 2026
Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo. (Foto Ist).
Ragam

KENAPA JENDERAL LISTYO NEKAD?

4 November 2026
Next Post

Presiden Saja Diduga Disadap, Bagaimana Nasib Rakyat? Tiga Jenderal Polisi Jadi Tersangka, Diduga Melanggar Hukum Nasional dan Kovenan Internasional

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021