Oleh: Prof. Henri Subiakto (Pengamat Hukum)
JAKARTA || Bedanews.com – Sudah tidak jadi Kapolri saja masih berani nekad menyuruh bekas anak buahnya menyadap Presiden, Menteri-menteri, para tokoh politik, pengusaha dan aktivis. Bayangkan bagaimana kiprah Jenderal Polisi ini saat jadi Kapolri?
Itulah bahayanya ketika petinggi Polisi ikut bermain politik dan loyal pada pemimpinnya yang tidak beretika dan bermoral. Aparat penegak hukum dipakai oleh petingginya untuk mengawasi “orang-orang besar” tanpa peduli hukum dan HAM. Karena diberi contoh atau bahkan “order” dari orang yang tak peduli etika dan moral dalam berpolitik.
Ini imbas dari penyalahgunaan kekuasaan, jabatan dan pengaruh yang tidak terkontrol, tidak terawasi dalam waktu panjang. Ini pucuk gunung es dari konflik rebutan pengaruh politik di dalam kekuasaan negara.













