Lebih lanjut, Silaen menilai, pola pikir yang meremehkan kecerdasan rakyat sudah tidak relevan di era keterbukaan informasi saat ini. Ia menyoroti setidaknya tiga faktor yang membuat masyarakat semakin kritis terhadap kebijakan maupun pernyataan pejabat.
Pertama, era keterbukaan informasi dan literasi digital membuat masyarakat memiliki akses luas untuk melakukan verifikasi data secara mandiri. Melalui media sosial dan berbagai platform digital, publik dapat memeriksa fakta, membandingkan pernyataan pejabat dengan rekam jejak sebelumnya, hingga berdiskusi dengan para ahli di ruang publik.
Kedua, meningkatnya kesadaran kritis masyarakat. Menurut Silaen, publik kini tidak lagi sekadar menerima informasi, tetapi juga mulai mempertanyakan alasan, tujuan dan dampak dari setiap kebijakan pemerintah.













