Tiga Prinsip Manajemen Keberagamaan
Sebagai Guru Besar Manajemen, Prof. Lilis membagikan 3 prinsip bekal mahasiswa SAA:
- Manajemen Data dan Informasi Keagamaan
Prinsip: Klasifikasi dan Verifikasi. Mahasiswa harus memilah sumber otoritatif vs hoaks, menyusun pengetahuan sistematis, dan menyajikan data jujur tanpa manipulasi. “Kalian adalah kurator peradaban, bukan konsumen informasi,” katanya.
- Manajemen Komunikasi Lintas Iman
Prinsip: Empati dan Respek. Dengan pendekatan stakeholder mapping, mahasiswa belajar memetakan otoritas keagamaan, korban diskriminasi, hingga calon jembatan perdamaian. “Pendamai yang baik hati harus juga terukur dan strategis,” ujarnya.
- Manajemen Diri dan Integritas Akademik
Prinsip: Konsistensi dan Keteladanan. Ia mengingatkan godaan plagiarisme, riset asal jadi, dan konten sensasional. “Sarjana agama hebat bukan yang pandai debat, tapi konsisten antara ucapan dan tindakan. Nama baik adalah aset terbesar akademisi,” pesannya.













