• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, November 8, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » SAA UIN Bandung: Menjadi Jembatan Agama di Tengah Retaknya Era Disrupsi Digital

SAA UIN Bandung: Menjadi Jembatan Agama di Tengah Retaknya Era Disrupsi Digital

Hargib by Hargib
26 Juni 2026
in Edukasi, News, Ragam
0
Prof. Dr.Lilis Sulastri, M.M., saat Orasi Ilmiah Opening Speaker Voice of Religious Studies VORS Milad ke-58 Prodi Studi Agama-Agama/dok.istimewa/bedanews.com

Prof. Dr.Lilis Sulastri, M.M., saat Orasi Ilmiah Opening Speaker Voice of Religious Studies VORS Milad ke-58 Prodi Studi Agama-Agama/dok.istimewa/bedanews.com

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Tiga Prinsip Manajemen Keberagamaan

Sebagai Guru Besar Manajemen, Prof. Lilis membagikan 3 prinsip bekal mahasiswa SAA:

  1. Manajemen Data dan Informasi Keagamaan

Prinsip: Klasifikasi dan Verifikasi. Mahasiswa harus memilah sumber otoritatif vs hoaks, menyusun pengetahuan sistematis, dan menyajikan data jujur tanpa manipulasi. “Kalian adalah kurator peradaban, bukan konsumen informasi,” katanya.

  1. Manajemen Komunikasi Lintas Iman

Prinsip: Empati dan Respek. Dengan pendekatan stakeholder mapping, mahasiswa belajar memetakan otoritas keagamaan, korban diskriminasi, hingga calon jembatan perdamaian. “Pendamai yang baik hati harus juga terukur dan strategis,” ujarnya.

BeritaTerkait

Menganalisis Ijazah Yang Diunggah Dian Sandi, Dengan Ijazah Yang Dipamerkan di PN Jakarta Timur Dengan Ilmu Logika

7 November 2026

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026
  1. Manajemen Diri dan Integritas Akademik

Prinsip: Konsistensi dan Keteladanan. Ia mengingatkan godaan plagiarisme, riset asal jadi, dan konten sensasional. “Sarjana agama hebat bukan yang pandai debat, tapi konsisten antara ucapan dan tindakan. Nama baik adalah aset terbesar akademisi,” pesannya.

Page 3 of 5
Prev12345Next
Tags: Era Disrupsi DigitalJembatan AgamaMilad ke-58 Prodi Studi Agama-AgamaSAA UIN Bandung
Previous Post

11 Muharram 1448 H: Empat Pelajaran Penting dari Hijrah Menuju Peradaban Pendidikan Islam

Next Post

Merawat Peradaban Cinta: Ketika UAS Mahasiswa UIN Bandung Bernilai Seni & Toleransi

Related Posts

Ragam

Menganalisis Ijazah Yang Diunggah Dian Sandi, Dengan Ijazah Yang Dipamerkan di PN Jakarta Timur Dengan Ilmu Logika

7 November 2026
Ragam

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026
Ragam

Pemuda Berdampak: Satukan Gagasan, Bangun Gerakan Menuju Deklarasi Wilayah Kota Cilegon

7 November 2026
Ragam

Ekonomi Hijau Jadi Fokus Perencanaan Pembangunan Kalimantan Utara

7 November 2026
Ragam

DR. FACHRUL RAZI: PENYADAPAN PRESIDEN PRABOWO ADALAH MAKAR

7 November 2026
Ragam

KOGANA SUMUT DAN POLITEKNIK MEDAN JALIN MoU PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KEBENCANAAN

6 November 2026
Next Post

Merawat Peradaban Cinta: Ketika UAS Mahasiswa UIN Bandung Bernilai Seni & Toleransi

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021