Kampus,Laboratorium Kepemimpinan
Prof. Lilis mengutip Habermas, Heraclitus, Dewey, hingga Al-Farabi untuk menegaskan bahwa kampus bukan tempat cari ijazah, tapi laboratorium kepemimpinan dan pusat inovasi.
“Bangsa ini butuh generasi jembatan dialog, bukan tembok pemisah. Masa depan Indonesia dipersiapkan di ruang akademik seperti ini,” ucapnya.
Ia menutup orasi dengan 3 fondasi generasi masa depan: Integritas karena cerdas tanpa integritas melahirkan krisis kepercayaan; Inovasi karena perubahan tidak menunggu yang lambat; Kolaborasi karena tak ada satu disiplin yang sanggup menyelesaikan persoalan dunia sendirian.
VORS ke-3 di Milad ke-58 ini diharapkan melahirkan gagasan baru tentang peran agama menjawab krisis ekologi, ekonomi, sosial, sekaligus membuka wawasan karir lulusan SAA: tidak hanya Kemenag, tapi juga LSM, konsultan keberagaman perusahaan, diplomat, jurnalis, dan peneliti kebijakan publik.













