Boleh jadi, gagasan transformasi Bank DKI merupakan pilihan strategis dari Gubernur Pramono Anung untuk mengubah citra Bank DKI, yang saat itu tengah menghadapi berbagai persoalan. Langkah ini mungkin dipilih Gubernur Pramono agar publik dapat memberikan penilaian yang lebih positif terhadap institusi tersebut, yang kini dikenal dengan nama Bank Jakarta.
Rebranding, dalam konteks persoalan besar yang dihadapi sebuah perusahaan, bertujuan untuk memperbaiki citra dan reputasi yang rusak serta menciptakan peluang baru untuk pertumbuhan.
Selain itu, rebranding juga menjadi langkah penting dalam merespons krisis secara cepat dan efektif, guna meminimalkan dampak negatif serta memulihkan kepercayaan publik terhadap perusahaan.
Rebranding sendiri tidak dapat dipisahkan dari konsep ekuitas merek. Keduanya saling berkaitan erat. Ekuitas merek adalah nilai yang melekat pada suatu merek, yang mencakup persepsi, asosiasi dan loyalitas pelanggan.












