Narasi-narasi tersebut menunjukkan bahwa persepsi publik, bukan semata data keuangan, dapat menjadi pemicu utama terjadinya keguncangan. Oleh karena itu, menjaga komunikasi yang jujur, transparan dan empatik menjadi sama pentingnya dengan menjaga rasio keuangan. Semua ini pada akhirnya bermuara pada satu tujuan: membangun dan mempertahankan kepercayaan publik terhadap industri perbankan.
*Langkah Strategis Gubernur Jakarta dan Target 2029 Menuju Kota Global Peringkat 50 Dunia*
Munculnya gagasan perubahan nama Bank DKI, mendorong saya untuk menduga bahwa Gubernur DKI Jakarta saat itu memiliki pemahaman yang mendalam serta penguasaan yang luas terhadap berbagai bidang, termasuk industri perbankan. Seperti diketahui, Bank DKI merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berada langsung di bawah tanggung jawab Gubernur.












