Dari sisi sosial, Ramadan juga membentuk karakter empati dan solidaritas. Puasa membuat seseorang merasakan lapar dan dahaga sebagaimana yang dirasakan oleh mereka yang hidup dalam kekurangan. Karena itu Islam mendorong umatnya untuk memperbanyak sedekah dan membantu sesama. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang memberi makan orang yang berpuasa maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun.
Melihat semua dimensi tersebut, Ramadan sebenarnya merupakan bentuk pelatihan kehidupan yang sangat lengkap. Ia melatih disiplin waktu, pengendalian diri, kesehatan tubuh, kekuatan spiritual, serta kepedulian sosial secara bersamaan. Inilah sebabnya mengapa saya berpendapat bahwa pola hidup selama Ramadan merupakan gambaran pola hidup yang sangat ideal bagi manusia.













