Rasulullah SAW juga bersabda:
“Orang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi yang mampu menahan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menjelaskan bahwa amarah yang tidak terkendali adalah pintu bagi berbagai kerusakan moral dan sosial. Sebaliknya, orang yang mampu menahan amarah menunjukkan kedewasaan spiritual. Karena itu manusia baru setelah Ramadan adalah manusia yang lebih sabar. Ia tidak mudah terpancing emosi, tidak cepat membalas keburukan, dan lebih memilih jalan kebijaksanaan.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Orang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi yang mampu menahan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menjelaskan bahwa amarah yang tidak terkendali adalah pintu bagi berbagai kerusakan moral dan sosial. Sebaliknya, orang yang mampu menahan amarah menunjukkan kedewasaan spiritual. Karena itu manusia baru setelah Ramadan adalah manusia yang lebih sabar. Ia tidak mudah terpancing emosi, tidak cepat membalas keburukan, dan lebih memilih jalan kebijaksanaan.













