Keenam, ia peduli terhadap penderitaan sesama manusia; Mgisaratkan kepada seseorang manusia; ia peduli terhadap penderitaan sesama manusia; ia membantu banyak orang untuk keluar dari persoalan hidup mereka, menunjukkan belas kasih yang nyata (berbelarasa), dan tidak tinggal diam (tidak egois) terhadap kebutuhan orang lain. Islam mengajarkan empati sebagai dasar kehidupan sosial. Rasulullah SAW bersabda:
“Perumpamaan orang beriman dalam kasih sayang mereka seperti satu tubuh.”(HR. Muslim).
Al-Qur’an juga mengingatkan pentingnya kepedulian sosial:
“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Dialah yang menghardik anak yatim.” (QS. Al-Ma’un: 1-2).
Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Tafsir Marah Labid, kepedulian terhadap orang lemah merupakan tanda keimanan yang hidup dalam hati. Karena itu manusia baru setelah Ramadan adalah manusia yang peka terhadap penderitaan orang lain. Ia tidak menutup mata terhadap kemiskinan, ketidakadilan, dan kesulitan sesama.













