• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Problema Guru Honorer, Potret Buram Pembiayaan Pendidikan Kapitalis » Halaman 3

Problema Guru Honorer, Potret Buram Pembiayaan Pendidikan Kapitalis

Oleh: Darni Salamah

admin by admin
1 Oktober 2021
in Tak Berkategori
0
Darni Salamah

Darni Salamah

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Data tersebut hanya dua kasus yang nampak di permukaan. Problema guru honorer tidak akan menemukan titik temu selama negara ini masih berprinsip pada sistem kapitalis yang menghasilkan ketidakadilan. Dalam sistem demokrasi  guru tidak mendapatkan perhatian khusus apalagi disejahterakan. Hal yang tidak aneh jika kemudian banyak guru yang banting tulang mencari sampingan agar mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Bahkan dalam sistem demokrasi pendidikan pun senantiasa dipalak dengan berbagai kebijakan.

Hal ini sangat jauh berbeda dengan sistem Islam yang sangat menghargai jasa guru. Sejarah mencatat para pemimpin Islam terdahulu yang berprinsip pada sistem Islam mampu menjadikan pendidikan sebagai kebutuhan utama yang mendapat fasilitas terbaik. Bahkan sistem Islam menjanjikan kemuliaan pada seorang guru. Pada masa Daulah Abbasiyah, tunjangan kepada guru begitu tinggi seperti yang diterima oleh Zujaj pada masa Abbasiyah. Setiap bulan beliau mendapat gaji 200 dinar. Sementara Ibnu Duraid digaji 50 dinar per bulan oleh al-Muqtadir. Di masa Shalahuddin Al Ayyubi, Syekh Najmuddin Al-Khabusyani misalnya, yang menjadi guru di Madrasah al-Shalāhiyyah setiap bulannya digaji 40 dinar dan 10 dinar (1 dinar hari ini setara dengan Rp3.500.000, jadi setara Rp140.000.000) untuk mengawasi wakaf madrasah.

BeritaTerkait

Tim Wasev TMMD Ke-130 Dengarkan Aspirasi Warga Kampung Yamboi

7 November 2026

Penuh Keceriaan, Tim Wasev TMMD Ke-130 Ajak Anak-Anak Kampung Yamboi Foto Bersama

7 November 2026
Page 3 of 5
Prev12345Next
Previous Post

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, PTPN III Beri Tali Asih Kepada Keluarga Letda Sujono

Next Post

Plt Wali Kota Canangkan Kesrak PKK Tingkat Kota Cimahi Tahun 2021

Related Posts

TNI-POLRI

Tim Wasev TMMD Ke-130 Dengarkan Aspirasi Warga Kampung Yamboi

7 November 2026
TNI-POLRI

Penuh Keceriaan, Tim Wasev TMMD Ke-130 Ajak Anak-Anak Kampung Yamboi Foto Bersama

7 November 2026
TNI-POLRI

Wujud Kepedulian TNI, Tim Wasev TMMD Ke-130 Bagikan Sembako kepada Warga Kampung Inden

6 November 2026
TNI-POLRI

TNI Perkuat Kompetensi Perwira, Siapkan Aparat Teritorial Pendukung Pembangunan

6 November 2026
TNI-POLRI

Pimpin Langsung Pemasangan Pipa Air Bersih, Dan SSK TMMD Ke-130 Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

6 November 2026
TNI-POLRI

119,32 Hektare Kawasan TNKS Terdampak Tambang Emas Ilegal, Satgas PKH Turun Tangan

6 November 2026
Next Post

Plt Wali Kota Canangkan Kesrak PKK Tingkat Kota Cimahi Tahun 2021

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021