• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Problema Guru Honorer, Potret Buram Pembiayaan Pendidikan Kapitalis » Halaman 2

Problema Guru Honorer, Potret Buram Pembiayaan Pendidikan Kapitalis

Oleh: Darni Salamah

admin by admin
1 Oktober 2021
in Tak Berkategori
0
Darni Salamah

Darni Salamah

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ironis sekali di tengah gaji DPR yang gembar gembor menjadi buah bibir masyarakat karena gaji selangit. Sementara para guru honorer masih tetap berjuang menyuarakan hak-haknya untuk mendapatkan kenaikan gaji. Bahkan, tak jarang pahlawan tanpa tanda jasa tersebut, mendapatkan gaji yang tak manusiawi, sementara di pundaknya terdapat tanggung jawab negara untuk menjadi jembatan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Seperti yang dikutip dari laman kompas.com, seorang guru honorer bernama Imas warga Kecamatan Kota Baru, Karawang sudah 17 tahun mengabdi  dan setiap pemerintah membuka  penerimaan calon ASN ia selalu ikut mendaftar, namun selalu gagal. Meski sering kali gagal dirinya  tak patah arang untuk terus mencoba  meskipun dalam kondisi tubuhnya sedang sakit stroke. Masih dikutip dari kompas.com, kisah seperti dialami Sutardi (58), seorang guru honorer di wilayah terpencil di Kampung Legok Ngenang, Desa Ciroyom, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, yang selama ini mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Timuhegar. Hampir selama 18 tahun mengajar, Sutardi hanya mendapatkan upah Rp 150.000 sampai Rp 300.000 per bulan dari uang Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang disisihkan. Tentu saja honor tersebut tak bisa mencukupi kebutuhan hidup Sutardi dan anak-anaknya. Sehingga harus terpaksa menyambi menjadi kuli bangunan. (Kompas.com, 22/09/21)

BeritaTerkait

Tim Wasev TMMD Ke-130 Dengarkan Aspirasi Warga Kampung Yamboi

7 November 2026

Penuh Keceriaan, Tim Wasev TMMD Ke-130 Ajak Anak-Anak Kampung Yamboi Foto Bersama

7 November 2026
Page 2 of 5
Prev123...5Next
Previous Post

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, PTPN III Beri Tali Asih Kepada Keluarga Letda Sujono

Next Post

Plt Wali Kota Canangkan Kesrak PKK Tingkat Kota Cimahi Tahun 2021

Related Posts

TNI-POLRI

Tim Wasev TMMD Ke-130 Dengarkan Aspirasi Warga Kampung Yamboi

7 November 2026
TNI-POLRI

Penuh Keceriaan, Tim Wasev TMMD Ke-130 Ajak Anak-Anak Kampung Yamboi Foto Bersama

7 November 2026
TNI-POLRI

Wujud Kepedulian TNI, Tim Wasev TMMD Ke-130 Bagikan Sembako kepada Warga Kampung Inden

6 November 2026
TNI-POLRI

TNI Perkuat Kompetensi Perwira, Siapkan Aparat Teritorial Pendukung Pembangunan

6 November 2026
TNI-POLRI

Pimpin Langsung Pemasangan Pipa Air Bersih, Dan SSK TMMD Ke-130 Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

6 November 2026
TNI-POLRI

119,32 Hektare Kawasan TNKS Terdampak Tambang Emas Ilegal, Satgas PKH Turun Tangan

6 November 2026
Next Post

Plt Wali Kota Canangkan Kesrak PKK Tingkat Kota Cimahi Tahun 2021

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021