Pramono memiliki semua modal dasar untuk menjalankan fungsi tersebut. Ia punya latar belakang teknokratik dan birokrasi yang kuat, ditambah pengalaman politik panjang. Ia pernah menjabat sebagai anggota DPR RI selama empat periode dan menduduki posisi strategis seperti Wakil Ketua DPR RI periode 2009–2014.
Di internal PDI Perjuangan, ia pernah menjabat Wakil Sekjen dan kemudian Sekretaris Jenderal, posisi penting yang memungkinkannya memahami dinamika partai hingga ke akar rumput. Pengalamannya di dunia usaha di sejumlah perusahaan nasional, membentuknya menjadi pemimpin yang paham manajemen dari berbagai sisi.
Dengan seluruh pengalamannya itu, Pramono sebenarnya sangat mampu bersikap tegas ketika situasi mengharuskannya.
Ia hanya perlu memastikan bahwa, kelembutan dan ketegasan tidak ditempatkan dalam dua kutub yang berlawanan, melainkan sebagai dua sisi dari satu kepemimpinan yang utuh.













