Artinya, Jakarta tidak hanya membutuhkan pemimpin yang mampu mengayomi, tetapi juga yang tegas dalam bertindak. Jakarta memerlukan gubernur yang tidak hanya bisa memimpin dengan hati, tetapi juga berani bersuara lantang dan bertindak tegas ketika aturan dilanggar. Ketegasan ini juga harus berlaku dalam menindak pejabat yang gagal menunjukkan kinerja atau prestasi, termasuk pada pimpinan BUMD.
Jika keseimbangan ini terus dijaga, maka bukan tidak mungkin Jakarta akan melesat menjadi kota global yang tidak hanya kompetitif secara ekonomi, tetapi juga manusiawi, berkeadilan, dan bermartabat. Kepemimpinan Pramono Anung akan dikenang bukan hanya karena kecerdasannya, tetapi juga karena keberaniannya mengambil sikap tepat demi kebaikan bersama. ***













