Oleh: Sayed Junaidi Rizaldi
JAKARTA || Bedanews.com – Ketika kita meng-analisa secara objektif tentang pemerintahan Prabowo Subianto maka kita tahu betul bahwa kepemimpinannya bukan sekadar menjaga stabilitas, tetapi sedang membangun fondasi kedaulatan nasional di tengah dunia yang semakin tidak pasti.
Di saat banyak negara goyah akibat krisis energi dan pangan, pemerintahan Prabowo justru mengambil posisi ofensif: memperkuat ketahanan dalam negeri. Kebijakan percepatan swasembada pangan bukan hanya program teknokratis, melainkan langkah strategis untuk memutus ketergantungan struktural pada impor—sebuah masalah klasik yang selama puluhan tahun membayangi Indonesia.
Di sektor energi, keputusan mempertahankan stabilitas harga dan pasokan bukan sekadar populisme ekonomi, tetapi bentuk keberanian politik. Ketika negara lain membiarkan harga mengikuti gejolak pasar global, pemerintah Indonesia memilih hadir dan melindungi rakyatnya. Ini menunjukkan bahwa negara tidak absen, melainkan aktif menjadi penyangga utama di tengah tekanan global.












