Namun, menurut Peni, perjalanan tersebut belum sepenuhnya berujung pada keterwakilan yang setara, terutama ketika berbicara mengenai posisi kepemimpinan di institusi diplomasi.
Persoalan itu menunjukkan bahwa, tantangan perempuan bukan lagi semata-mata memperoleh kesempatan untuk masuk ke suatu institusi, melainkan bagaimana memastikan mereka dapat berkembang hingga mencapai posisi yang memiliki kewenangan strategis.
*Industri Masa Depan Butuh Perspektif Manusiawi*
Pembahasan kemudian bergerak ke masa depan industri. Hendriana Werdaningsih, Ph.D., melihat craftsmanship sebagai salah satu karakter yang berpotensi berkembang dalam lanskap industri masa depan melalui perpaduan kreativitas, teknologi dan kekuatan komunitas.
Menurutnya, karakter perempuan dapat menjadi bagian penting dalam membangun industri yang tidak semata mengejar efisiensi dan produktivitas, tetapi tetap mempertahankan dimensi manusiawi.













