Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka menjadi momentum untuk kembali mengukur seberapa jauh perempuan telah memperoleh ruang yang setara dalam kehidupan publik.
Bagi Universitas Paramadina, penguatan partisipasi perempuan bukan sekadar agenda kesetaraan gender. Isu tersebut berkaitan langsung dengan kualitas demokrasi, ketahanan ekonomi keluarga, masa depan industri dan pembangunan Indonesia yang lebih inklusif.
Jika perempuan masih menghadapi hambatan ketika bergerak dari ruang pendidikan menuju ruang kekuasaan dan pengambilan keputusan, maka perjuangan menuju kemerdekaan yang substantif masih belum selesai. (Red).













