Pernyataan tersebut menggambarkan adanya persoalan pada fase transisi dari pendidikan menuju ruang pengambilan keputusan. Perempuan yang secara kuantitatif kuat di lingkungan akademik belum selalu memperoleh representasi yang sebanding dalam struktur kepemimpinan publik.
*Ketimpangan Politik Masih Jadi Pekerjaan Rumah*
Dr. Prima Naomi menyoroti persoalan tersebut dari perspektif kesenjangan gender. Menurutnya, tantangan terbesar masih berada pada pemberdayaan politik, disusul partisipasi serta kesempatan ekonomi.
โGap paling tinggi di Indonesia ada di political empowerment. Gap terbesar kedua masih di economic participation and opportunity. Itulah PR-PR penting bagi perempuan Indonesia,โ kata Prima.
Artinya, peningkatan jumlah perempuan yang beraktivitas di sektor ekonomi belum cukup apabila tidak dibarengi dengan akses menuju ruang strategis.













