Wakil Rektor Penjaminan Mutu dan Kemitraan Universitas Paramadina, Prof. Dr. Iin Mayasari, menempatkan akses perempuan terhadap ruang publik sebagai salah satu ukuran penting kemerdekaan.
Menurut Iin, kemerdekaan perempuan tidak cukup dimaknai sebagai kebebasan dari diskriminasi. Lebih jauh, perempuan harus memiliki kesempatan nyata untuk mengambil peran dan menentukan arah kehidupan sosial, ekonomi maupun politik.
โPilar utama perempuan di era kemerdekaan adalah sejauh mana perempuan diberikan ruang dan mampu mengambil peran strategis di ruang publik,” ujarnya.
*Perempuan Makin Aktif, Tetapi Posisi Strategis Masih Jadi Tantangan*
Iin melihat peran perempuan Indonesia telah mengalami perkembangan signifikan. Perempuan tidak lagi hanya diposisikan sebagai pengelola kehidupan domestik, tetapi juga menjadi penggerak usaha mikro, kecil dan menengah serta salah satu penopang ketahanan ekonomi keluarga.













