Koordinator kelompok tersebut menyebut sekitar 500 tiket keberangkatan telah disiapkan dari Bangkalan. Pesertanya berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan, seperti buruh, tukang becak, kuli, sopir dan pekerja lainnya. Mereka menyatakan aksi tersebut akan dilakukan secara damai.
Dalam hal tersebut, demokrasi tidak selalu berarti turun ke jalan untuk menolak atau menentang pemerintah. Ada masyarakat yang datang untuk menyampaikan kritik, membawa tuntutan, meminta pemerintah memperbaiki kebijakan, dan ada pula yang datang untuk memberikan dukungan terhadap program pemerintah. Semuanya merupakan bagian dari dinamika demokrasi serta bentuk kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
Karena itu, jangan sampai masyarakat dari daerah yang datang ke Jakarta langsung diberi label sebagai kelompok anti-pemerintah atau pembuat masalah. Sebaliknya, pemerintah juga tidak perlu menganggap setiap aksi sebagai bentuk dukungan. Yang harus dilihat adalah apa tuntutannya, siapa yang menyampaikannya, dan bagaimana aksi tersebut dilaksanakan.













