Kemungkinan seperti itu memang perlu diantisipasi. Namun, kewaspadaan harus berbasis informasi, bukti, dan tindakan nyata. Jangan sampai semua peserta aksi dicurigai hanya karena jumlahnya besar atau karena datang dari luar Jakarta.
Jika ada orang yang melakukan kekerasan, tangkap berdasarkan perbuatannya. Jika ada yang melakukan perusakan, proses berdasarkan bukti. Jika ada provokasi yang melanggar hukum, tindak pelakunya. Tetapi jangan menuduh seluruh peserta hanya karena kesalahan segelintir orang.
Masyarakat peserta aksi sendiri juga harus berhati-hati. Jangan mudah mengikuti ajakan yang tidak jelas sumbernya. Koordinator lapangan harus mampu menjaga massa tetap berada pada tujuan awal dan segera berkomunikasi dengan aparat apabila terjadi persoalan.













