*Titik kritisnya di Selat Hormuz*
Saya tidak mau bertele-tele. Inti masalahnya hanya dua: Selat Hormuz dan program nuklir Iran.
AS ingin jalur pelayaran itu terbuka tanpa syarat. Iran menjadikannya sebagai alat tawar untuk mencabut sanksi. Selama kedua posisi ini tidak bertemu, gencatan senjata apapun hanya akan menjadi jeda untuk menarik napas, lalu berantem lagi.
Dan yang membuat saya khawatir: jika pembicaraan Islamabad gagal, risikonya bukan perang proksi lagi. Bisa jadi perang terbuka di jalur perairan tersibuk di dunia. Dampaknya tidak hanya dirasakan AS dan Iran, tapi juga Indonesia dan negara-negara lain yang bergantung pada stabilitas Selat Hormuz.
*Lalu apa yang bisa dilakukan?*
Saya tidak bermaksud menggurui. Tapi dari pengalaman, setidaknya ada tiga hal yang perlu segera didorong:













