Oleh: Mayjen TNI (Purn) Fulad (Penasihat Militer RI untuk PBB (2017–2019))
JAKARTA || Bedanews.com – (Menyikapi maraknya rencana aksi demo di negeri ini, tetap tenang dan jangan mudah diadu domba)
*PENDAHULUAN*
Setiap bangsa memiliki ingatan yang tidak pernah benar-benar selesai. Ada peristiwa yang berhenti sebagai catatan sejarah, tetapi ada pula yang menetap sebagai pengalaman kolektif dan terus memengaruhi cara sebuah bangsa membaca masa depannya.
Bagi Indonesia, salah satu ingatan paling dalam itu adalah 1998.
Itulah tahun ketika sebuah tatanan politik yang selama lebih dari tiga dekade tampak kokoh akhirnya mengalami perubahan mendasar. Krisis ekonomi berkembang menjadi krisis sosial, krisis kepercayaan, dan kemudian krisis legitimasi. Ketika saluran-saluran formal tidak lagi cukup menampung tekanan masyarakat, jalanan mengambil peran sebagai ruang politik yang menentukan.













