Melainkan: “*Apakah kita cukup dewasa untuk memperbaiki retakan sebelum sejarah memaksa kita membayar harga yang lebih mahal?”*
Jawabannya terletak pada kualitas kepemimpinan, keteguhan institusi, keadilan hukum, kekuatan ekonomi rakyat, dan terutama kemampuan negara untuk mendengar suara masyarakatnya.
Sebab pada akhirnya, *negara tidak runtuh karena rakyat terlalu banyak bertanya. Negara justru menjadi kuat ketika pertanyaan rakyat dijawab dengan kejujuran, kebijakan, dan keberanian.*
Dan mungkin, itulah makna terdalam dari belajar dari 1998: *jangan menunggu patahan untuk berbenah.*
Bersegeralah memperbaiki retakan selagi bangunan Indonesia masih berdiri kokoh. ***













