Yang lebih penting adalah memastikan bahwa retakan tidak dibiarkan menjadi patahan.
Bangsa yang besar bukan bangsa yang tidak pernah mengalami krisis.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu mengenali krisis sebelum menjadi bencana, mampu menerima kritik tanpa kehilangan kewibawaan, dan mampu melakukan koreksi tanpa harus menunggu rakyat turun ke jalan.
Pada akhirnya, sejarah bukan terutama tentang siapa yang jatuh dan siapa yang naik.
Sejarah adalah tentang bagaimana sebuah bangsa memilih menghadapi persimpangan.
Indonesia pernah melewati persimpangan besar pada 1998.
Kita tidak perlu mengulang harga yang sama hanya untuk membuktikan bahwa kita telah belajar.
Karena itu, pertanyaan paling penting bagi Indonesia 2026 bukan: “*Apakah akan terjadi patahan sejarah?”*













