Ragam

Pasca Menetapkan Pasar Mingguan, Bupati Akan Meresmikan Pasar Desa Larangan Dan Sokaraja

Banyumas, BEDAnews.com

Kawasan GOR Satria Purwokerto yang sudah beberapa tahun tiap minggu pagi di dominasi oleh para pedagang kaki lima dan aksesoris hingga melebar keluar dijalan Suharso hingga praktis jalan menjadi macet tidak leluasa dilewati oleh kendaraan umum, bahkan mulai minggu (25/1) bulan lalu telah ditetapkan oleh Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein sebagai “Pasar Minggon” bertepatan dengan penambahan area bisnis di jalan Suharso bagian barat sampai pertigaan/gang pertama belakang Hotel Aston.

“Sehingga praktis jalan Suharso sepanjang kurang lebih 415 meter tertutup bagi kendaraan umum setiap hari minggu pagi sejak pukul 6.00 – 10.00 WIB,“ ujar Kabid pasar dan PKL Dinperindagkop Kabupaten Banyumas, Toni Simamora SH saat ditemui wartawan Jumat Pagi (6/2) pekan lalu.

Menurut prediksi Toni, dari 457 pedagang kuliner (makanan/jajanan), asesoris, busana dan lain-lain berdasarkan data yang masuk awal bulan Pebruari 2015 pekan lalu dipastikan jumlahnya akan semakin meningkat. “Bahkan kemarin sudah ada yang mulai berjualan sayuran, tetapi karena masar minggon ini bukan pasar tradisional yang menjual dagangan seperti itu, sehingga nantinya tetap tidak diperbolehkan. Justru yang kita utamakandagangan khusus kebutuhan masyarakat yang akan melaksanakan aktifitas olah raga,” katanya.

Soal para pedagang berjualan dengan menggunakan gerobak dorong, mobil terbuka atau hanya menggelar dagangan di dasar trotoar itu tidak menjadi masalah. “Sepanang tidak keluar dari ukurang petak 2×2 meter tidak apa-apa yang penting membayar retribusi Rp 1.000 per pedagang. Diluar pungutan itu pemerintah tidak akan bertanggung jawab,” jelasnya.

Menyinggung pembangunan pasar desa Larangan di Kecamatan kembaran yang sudah 100% selesai, menurut Kabid Pasar Toni Simamora rencananya akan dilakukan pemindahan bagi para pedagang yang berjualan di pasar Larangan yang lama pada bulan Maret 2015 mendatang. “Sehingga sekarang akan mulai dilakukan pendataan dan penataan dengan membuat petak-petak di pasar yang baru itu,” jelasnya.

Ditambahkan, acara peresmian operasional pasar desa Larangan yang baru oleh Bupati Husein bersamaan dengan pemindahan para pedagang dari pasar lama di pasar baru itu.

Selanjutnya diungkapkan, peresmian pasar Sokaraja akan dilaksanakan pasca peresmian pasar Desa Larangan, Kecamatan Kembaran. Menyusul rencana pembangunan pasar manis yang akan melebar ke timur tahun ini menunggu dipa turun dari kementerian Keuangan. “Kalau dipa sudah turun baru bisa kita melenglang, karena sekarang masih pembongkaran gedung kesenian Sutejo yang berada di sebelah timur pasar manis,” jelas Toni mengakhiri keterangannya kepada wartawan Progresif (Widoyo/Agles)

 

Baca Juga  Pocari Sweat Kembali Gelar BINTANG SMA 2020

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close