“Mekanisme hutang ke BJB itu nanti dibahas dengan DPRD, ada persetujuan yang pasti akan dituangkan dalam perubahan APBD 2026,” tambahnya.
Ono juga menjawab kekhawatiran terkait proyek-proyek yang akan dibiayai, seperti pembangunan jalan Puncak Bogor 2 dan proyek lainnya.
Menurutnya, semua proyek tersebut sudah termasuk dalam APBD 2026 dan telah dibahas bersama antara Gubernur dan DPRD.
Ia menegaskan tidak ada proyek baru di luar APBD, karena pinjaman dimaksudkan untuk mendukung kegiatan yang telah direncanakan.
“Semua proyek yang akan dibiayai itu memang sudah tertuang dalam APBD 2026, artinya sudah dibahas antara Gubernur dengan DPRD,” cetus Ono.
Terkait sumber cicilan pinjaman, Ono memperkirakan beban akan dibagi selama 3-4 tahun mulai 2027 hingga sekitar 2030, dengan cicilan tahunan sekitar Rp 200-300 miliar.












