Eropa sedang menghitung ulang kepentingannya. Mereka tidak ingin ikut-ikutan perang yang hanya menguntungkan Israel dan industri senjata AS, terutama ketika ekonomi mereka sendiri sedang lesu.
*Sebuah Catatan dari Seorang Perwira*
Di balik semua hitung-hitungan kekuatan, aliansi, dan logistik, hati saya sebagai seorang perwira dan mantan penjaga perdamaian PBB teringat pada satu fakta sederhana: *yang paling menderita ketika para jenderal bermain perang adalah warga sipil yang tidak bersalah.*
Di Gaza, di Lebanon, di pesisir Iran, dan bahkan di pangkalan-pangkalan AS di Teluk, ada anak-anak yang bermimpi, ada ibu-ibu yang menangis, dan ada ayah-ayah yang kehilangan mata pencaharian. Tidak ada kemenangan militer yang bisa membayar kembali satu tetes air mata seorang anak yang kehilangan orang tuanya karena bom “presisi” sekalipun.













