Diplomasi yang saat ini difasilitasi oleh Pakistan adalah wujud nyata dari upaya AS mencari pintu keluar yang tidak memalukan. Mereka tidak perlu menang; mereka hanya perlu tidak terlihat kalah. Inilah yang oleh para analis Foreign Policy disebut sebagai “seni menyelamatkan muka di tengah kekalahan strategis.”
*Eropa Mulai Lari, Sekutu Ragu-Ragu*
Satu lagi indikasi yang tidak bisa diabaikan: soliditas NATO mulai retak. Negara-negara Eropa secara terbuka menolak mengirim armada ke Selat Hormut. Trump menyebut mereka pengecut, tapi sebagai mantan penasihat PBB, saya katakan: itu bukan pengecut, itu rasional.
Setelah pertemuan Antalya Diplomacy Forum pertengahan April 2026, Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyatakan bahwa “kawasan tidak bisa terus menunggu penyelamat dari Washington.” Ini adalah bahasa diplomatik yang halus namun bermakna dalam: *Dunia mulai sadar bahwa kita butuh opsi selain Amerika*.












