Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Iran, Brigjen Reza Talaei-Nik, menyatakan bahwa Iran masih memiliki ribuan rudal balistik dan anti-kapal dengan fasilitas produksi yang tersebar. Iran tidak perlu menyerang duluan. Cukup bertahan, menutup Selat Hormuz, dan meluncurkan rudal ke pangkalan AS di Teluk maka AS akan kehabisan napas.
Jadi, ketika AS memperpanjang gencatan senjata, itu bukan karena kebaikan hati. Itu karena mereka tidak mampu secara logistik untuk memulai perang yang panjang.
*Mencari “Off-Ramp”: Jalan Tol untuk Mundur dengan Selamat*
Dalam strategi militer, istilah off-ramp berarti jalan keluar dari kebuntuan. Dan saat ini, AS sedang mencari off-ramp secepat mungkin.
Mengapa? *Karena tekanan domestik sangat luar biasa.* Berdasarkan jajak pendapat Reuters/Ipsos awal April 2026, sekitar 61 persen rakyat AS tidak menyetujui penanganan konflik Iran oleh pemerintahan mereka. Presiden Trump sendiri, di tengah ancaman kerasnya kepada Iran, telah berulang kali menyatakan secara tertutup dan bahkan pernah terbuka bahwa “Kami akan segera pergi.”













