Mari saya uraikan secara lugas, sebagai sesama anak bangsa, bukan sebagai jenderal yang menggurui.
*Amerika Kehabisan “Peluru” untuk Perang Gesekan*
Kita sering terlalu kagum pada kekuatan militer AS. Kapal induk, jet siluman, rudal jelajah semua itu mengesankan. Namun sebagai seorang militer yang pernah mempelajari logistik perang modern, saya ingin meluruskan: *perang tidak hanya dimenangkan oleh teknologi, tapi oleh kemampuan memproduksi amunisi hari demi hari.*
Faktanya, perang di Ukraina telah menguras habis stok amunisi penting NATO, terutama proyektil 155mm. Berdasarkan laporan Bloomberg yang dirilis 23 April 2026, stok amunisi darat AS saat ini diperkirakan hanya cukup untuk 14 hingga 21 hari pertempuran intensitas tinggi, sebuah kondisi yang oleh para analis militer disebut sebagai “darurat amunisi diam-diam.”













