“Memutuskan pensiun dini, saya sudah hitung-hitungan jika seandainya gelar doktor saya sudah selesai, apakah jenjang karir saya menunjang. Akhirnya saya memilih dunia akademisi karena usia masih memenuhi syarat. Karena kalau untuk masuk dunia akademisi setelah pensiun normal, usia saya sudah ketuaan,” papar Nur panggilan akrabnya.
Setelah memutuskan pensiun dini, bukan berarti karir juga selesai. Pensiun dini bukan di rumah dan tanpa pekerjaan. Tetapi menjadi langkah awal berkiprah di dunia akademisi.
“Yang tadinya hanya mendidik srikandi-srikandi muda, saat ini saya mendidik sipil yakni mahasiswa sebagai generasi muda pemimpin-pemimpin masa mendatang,” ujarnya dengan sunggingan senyum manisnya.
Setelah masuk dunia akademisi, bukan suatu tantangan yang ringan namun memiliki tantangan yang cukup berat. Dirinya tetap menjadi seorang ibu yang bertanggung jawab sebagai ibu rumah tangga.













