Namun, pernyataan Pak Menteri tidak bisa secara cepat ataupun bahkan membabi-buta dikatakan keliru, karena sebelum izin produksi tersebut keluar, Kementerian BUMN telah mengirimkan surat kepada BPPOM terkait produksi Ivermectin sebagai salah satu terapi alternatif untuk Covid-19.
Melalui diskusi saya secara pribadi dengan Pak Menteri Erick Thohir, saya mendapatkan penjelasan tentang maksud dan tujuan beliau. Tidak ada niat apapun dari dirinya, apalagi jika ada tuduhan ada kepentingan pribadi. Menteri Erick Thohir semata-mata berniat dengan tulus untuk mendapatkan terapi alternatif bagi Covid-19, dimana obat-obatan tersebut dapat dengan mudah dijangkau dan diperoleh oleh masyarakat luas, tentu saja harus dengan resep dokter. Sehingga dengan adanya obat yang diproduksi di dalam negeri dalam jumlah yang banyak, maka tentu saja harga obat tersebut dapat ditekan semurah mungkin.













