Atas nama persatuan, keadilan, dan masa depan bangsa, kami berdiri tegak, menyuarakan ikrar ini, bersumpah setia dan akan terus berjuang demi kehormatan serta kejayaan tanah air selamanya.
Hidup Pemuda Indonesia!
Hidup Persatuan Bangsa!
Merdeka dari kolonialisme gaya baru dan KKN!
Pada hari ini, Minggu, 20 Oktober 2025, delapan hari menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, saya menulis dan mempersembahkan artikel ini untuk menyambut 28 Oktober 2025. Sudah sepantasnya para pemuda di seluruh penjuru negeri—di Kota, Desa, hingga kampung-kampung—bergembira, menyambut dan merayakan hari bersejarah ini.
Sumpah Pemuda, yang pertama kali diikrarkan pada 28 Oktober 1928, merupakan momentum historis lahirnya kesadaran kolektif bangsa. Saat itu, para pemuda dari berbagai suku, agama, dan latar belakang menyatakan tekad: bertumpah darah satu, berbangsa satu dan berbahasa satu—Indonesia. Semangat persatuan inilah yang kelak menjadi fondasi lahirnya Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.












