Generasi milenial tidak boleh menjadi penonton sejarah. Mereka adalah pewaris republik ini sekaligus penentu masa depan. Sumpah Pemuda Milenial bukan sekadar seremoni, melainkan janji suci untuk menjaga Indonesia dari kehancuran moral dan ketimpangan sosial. Semua ini bermuara pada satu tujuan: demi persatuan, keadilan, dan kejayaan bangsa.
Berdasarkan kondisi Indonesia saat ini, 97 tahun pasca Sumpah Pemuda sejak 1928, saya terdorong untuk menggagas dan menyusun draf Ikrar Sumpah Pemuda Milenial tersebut diatas. Penyusunan ini saya lakukan sebagai refleksi paripurna atas semangat Sumpah Pemuda yang diproklamasikan pada 28 Oktober 1928, dengan naskah asli sebagai berikut:
Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928
Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. ***












