Oleh : A.Rusdiana
Pada Rabu, 27 November 2024, bangsa Indonesia baru saja melaksanakan Pilkada Serentak, sebuah momentum besar dalam demokrasi untuk memilih pemimpin baru yang akan mengemban amanah rakyat selama lima tahun ke depan. Pemilihan ini menjadi bagian dari perjalanan panjang bangsa untuk menciptakan pemerintahan yang adil, bijaksana, dan membawa kemajuan. Namun, pasca-pemilihan, seringkali muncul tantangan baru: bagaimana rakyat menyikapi hasilnya, dan bagaimana pemimpin terpilih menjalankan amanahnya. Secara teori, Islam menempatkan pemimpin sebagai pelayan umat, sebagaimana sabda Rasulullah Saw.:
“Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian. Mereka mendoakan kalian dan kalian pun mendoakan mereka.”
(HR. Muslim no. 1855).













