Oleh : A Rusdiana
Beberapa waktu lalu, beredar foto seseorang memegang piagam bertuliskan “Juara 1 Merokok Dalam Kelas.”Sekilas tampak lucu, tetapi sebenarnya getir. Ia menyindir dunia pendidikan yang kadang kehilangan arah penghargaan di mana perilaku salah bisa menjadi hiburan, sedangkan kejujuran dan ketekunan justru terabaikan. Itu juga tak menfikan kadang terjadi pada dinamika perkuliahan. Kekalahan PSI oleh Arab Saudi dan Turki, menggemaskan pencinta bola tanah Air. mumcul rumor dan pendapat “Pelatih utamanya Hasus dipecat”. Sementara itu, di belahan dunia lain di Gaza, Palestina ribuan anak kehilangan sekolah, guru, dan keluarga. Namun mereka tetap belajar, membaca Al-Qur’an, dan menjaga martabatnya. Mereka tidak memiliki kenyamanan, tetapi memiliki keteguhan dan keikhlasan yang luar biasa. Perhatian dunia pun terus mengalir, termasuk dari Presiden Prabowo Subianto, yang dalam berbagai forum internasional menegaskan pentingnya diplomasi kemanusiaan dan solidaritas bagi rakyat Palestina. Sikap ini bukan sekadar politik, tetapi refleksi dari nilai pendidikan bangsa: bahwa kemerdekaan sejati lahir dari akhlak dan empati.













