KOTA BANDUNG – BEDAnews.com || Di sebuah ruangan yang pengap oleh konsentrasi di Hotel Horison Ultima, puluhan jurnalis bertaruh nasib. Mereka bukan sedang memburu berita, melainkan sedang diuji oleh profesinya sendiri dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan 72–73 (12–13 Februari 2026). Namun, di balik ketegangan penguji dan peserta, sebuah wacana besar meledak ke permukaan: Negara harus hadir di dompet wartawan.
Selama puluhan tahun, wartawan disebut sebagai pilar keempat demokrasi. Namun ironisnya, pilar ini seringkali keropos oleh jeratan ekonomi. Sementara guru memiliki tunjangan profesi dan dokter memiliki apresiasi negara, wartawan—yang bertaruh nyawa demi transparansi—seringkali dibiarkan berjuang sendirian di garis depan.
Terobosan ke Meja Bappenas











