Oleh : A.Rusdiana
Pada hari ini kita berada di Bulan Sya’ban, bulan yang kerap dilalaikan, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
“Itu adalah bulan yang banyak manusia melalaikannya, terletak antara bulan Rajab dan bulan Ramadan.” (HR. An-Nasa’i).
Para ulama salaf memberi perumpamaan sangat bermakna
— Rajab adalah bulan menanam, Sya’ban bulan menyiram, Ramadan bulan memanen.
Rajab telah kita lalui sebagai bulan “menanam” benih taubat, niat, dan perubahan diri. Namun benih tidak akan tumbuh tanpa disiram dan dirawat; itulah hakikat Sya’ban. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan yang dimuliakan.”(QS. At-Taubah: 36).
Ayat ini mengingatkan bahwa waktu adalah sarana pendidikan jiwa: setiap fase termasuk Sya’ban membentuk karakter dan persiapan ruhani. Rasulullah ﷺ pun memberi teladan dalam memperbanyak puasa sunnah di bulan ini:











