Bekerja sama dengan Tim Kementerian Perhubungan dan Tim Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Fahmi banyak memberikan masukan untuk penyusunan regulasi keamanan siber di lingkungan penerbangan, baik bidang navigasi, bandar udara maupun maskapai penerbangan.
Di sela-sela kesibukannya, pria penyuka kuliner ini
menyempatkan diri menulis buku berjudul “Crash!”. Buku ini mencoba menyingkap penyebab kecelakaan pesawat di Indonesia dari kacamata seorang ATC (Air Traffic Controller).
Pada 2019, Fahmi diangkat sebagai EVP Corporate Risk Management. Tugasnya adalah membuat peta resiko operasi dan korporasi, serta
menyiapkan mitigasinya. Dan benar saja, beberapa bulan kemudian muncullah
pandemi Covid-19 (masuk Indonesia pada Maret 2020). Semua aktifitas korporasi seakan terhenti. Sementara pelayanan navigasi tetap harus standby 24/ 7. Artinya,
sesuatu yang siap sedia dan tersedia sepanjang waktu, tanpa libur dan tanpa absen.












